NGAKU! Kamu Pasti Pernah Melakukan 7 Kebohongan & Hal Menyebalkan Ini Saat Ngegame!

Sering bilang "satu game lagi" akan tetapi malah begadang main game sampai pagi? Wah, engkau pasti juga pernah melakukan kebohongan-kebohongan dalam artikel ini, ya!

Main game merupakan hobi yg sangat mengasyikkan. Setelah seharian beraktifitas, main game menjadi pilihan buat menghilangkan rasa letih dan jenuh.

Kecanggihan teknologi masa kini juga ikut memengaruhi perkembangan video game. Game yang dahulu hanya bisa dinikmati secara offline, sekarang sudah merambah ke multiplayer online.

Hal tersebut menimbulkan budaya game kompetitif di mana setiap orang berusaha buat sebagai yang terbaik. Bahkan, banyak juga gamer-gamer yg menjadi toxic.

DAFTAR ISI

  • Kebohongan & Hal Menyebalkan yg Sering Dilakukan Para Gamer
    • "Aduh, game gue nge-lag parah, nih!"
    • Menyalahkan Tim
    • "Gue tadi mainnya nggak berfokus"
    • Rage Quit
    • Berkata Kasar ke Pemain Lain
    • "Satu game lagi, deh"
    • "Gue nggak akan menghabiskan uang terlalu poly buat game"

7 Kebohongan & Hal Menyebalkan yang Sering Dilakukan Para Gamer

Sebagai gamer, pasti terdapat beberapa kelakuan menyebalkan / toxic yg acapkali kita perbuat tetapi nggak pernah kita akui atau bahkan nggak sadar kalau kita pernah melakukannya.

Terkadang, alasan mengapa hal ini terjadi merupakan karena kita nggak cuma membohongi orang lain, tapi kita pula membohongi diri kita sendiri, geng.

Dalam artikel ini dia, Jaka mau kasih memahami kamu tentang 7 kebohongan & hal menyebalkan yang tak jarang dilakukan para gamer. Check it out!

1. "Aduh, game gue nge-lag parah, nih!"

1 F4a57

Bermain game online membutuhkan koneksi yg nggak cuma cepat, tapi pula stabil. Pasti bete banget jikalau lagi main tiba-tiba terputus dari koneksi.

Hal ini lah yang seringkali kali dipergunakan para gamer sebagai alasan buat membela permainan mereka yang jelek, geng.

Alasan seperti "Aduh, game-nya patah-patah, nih" sepertinya udah biasa banget dipakai seluruh gamer. Jaka saja hingga galau membedakan orang yg beneran mengalami lag dengan yang berpura-pura.

Padahal, bila memang nggak mampu bermain, kamu tinggal minta diajari saja sang teman engkau atau orang-orang di komunitas game tadi.

Beralasan seperti itu nggak bakal bikin kamu makin jago, geng!

2. Menyalahkan Tim

2 30b9c

Zaman kini memang eranya game multiplayer, terutama game yg membutuhkan kerjasama tim. Mulai menurut Mobile Legends, PUBG Mobile, Dota, semuanya membutuhkan kerjasama yg kompak.

Kalau engkau melakukan matchmaking dengan orang yg nir engkau kenal, kemungkinan engkau bakal bertemu dengan anggota tim yang jago memang sangat kecil.

Biasanya, sih, gamer yg toxic bakal menyalahkan timnya jika dikalahkan sang tim lain. Padahal, kunci menurut kemenangan adalah kerjasama, geng.

Alih-alih memerbaiki kemampuan yg dimiliki, gamer toxic lebih senang merendahkan orang lain yg mempunyai skill lebih rendah menurut mereka. Padahal belum tentu, lho.

Banyak model player yang terburu-buru menyerang lalu dikeroyok tiga musuh. Bukannya introspeksi, malah menyalahkan timnya yang nggak membantu. Ckckck...

3. "Gue tadi mainnya nggak berfokus"

3 11ec3

Nah, bila alasan yang satu ini umumnya dipakai sang para player yg nggak terima jikalau dirinya dikalahkan sang orang lain yg dianggap lebih cupu.

Seperti roda, kamu yg jago nggak akan selalu menang terus, kan? Ada kalanya engkau menemukan musuh yang sama jagonya atau bahkan lebih jago menurut kamu.

Ketika kalah, orang yg berhati akbar pasti bakal menerima kekalahan dengan santai. Berbeda dengan gamer toxic yg selalu punya alasan ajaib.

Salah satunya merupakan "Gue tersebut kalah soalnya nggak serius main". Waduh, Jaka, sih, paling bete bila dengar orang memakai alasan ini, geng.

Kalau kamu gimana?

4. Rage Quit

4 9a242

Pernahkah engkau mendengar istilah Rage Quit? Rage quit adalah suatu kata yg menggambarkan tindakan gamer atau atlet yg datang-datang keluar berdasarkan game karena kesal.

Bisa kesal karena tim yg cupu, koneksi yg buruk, atau berselisih menggunakan player lain. Hal ini umum banget terjadi di beragam game online yang kompetitif.

Nggak cuma bikin game jadi kurang asyik, para rage quitter jua bakal merugikan timnya yang harus kehilangan keliru satu anggota. Jadi nggak balance gitu, geng.

Untungnya, kini telah poly game yang mengenakan hukuman berat buat para gamer toxic yg melakukan rage quit. Kamu bisa saja di-banned atau diskorsing sebagai akibatnya nggak mampu main selama beberapa ketika.

Semoga saja jadi dalam kapok ya, geng.

lima. Berkata Kasar ke Pemain Lain

5 6b9e5

Kalau hal menyebalkan yang satu ini, sih, semua orang niscaya pernah mengalami. Budaya kompetitif pada pada game multiplayer menciptakan seluruh orang ingin menang dan lebih hebat menurut orang lain.

Salah satu taktik paling mudah yang bisa digunakan buat memengaruhi mental versus merupakan dengan mengolok-olok atau mengungkapkan kasar ke pemain versus.

Padahal, mengungkapkan kasar, apalagi sampai menyakiti perasaan orang lain merupakan perbuatan dosa. Kurang-kurangi, ya, geng.

6. "Satu game lagi, deh"

6 Jpg A17b9

Hayo ngaku! Siapa yg di sini acapkali banget kesiangan gara-gara malemnya begadang main game? Karena main game hingga larut malam, kita jadi terlambat & kena sanksi.

Hal yang satu ini adalah sebuah kebohongan yang acapkali banget dikatakan sang seseorang gamer. Disuruh tidur oleh orang tua jawabnya "satu game lagi, deh" atau "lima mnt lagi".

Padahal kamu telah tahu jikalau paginya kamu harus beraktifitas kembali. Namun, karena engkau terlalu asyik bermain game, akhirnya malah jadi keterusan, deh.

7. "Gue nggak akan menghabiskan uang terlalu banyak buat game"

7 Af352

Nggak sanggup dipungkiri, bonus sanggup menciptakan orang jadi nggak bisa berpikir jernih. Gamer sejati bakal kegirangan ketika tahu jikalau game kesayangannya sedang diskon .

Event-event diskonan misalnya Steam Sale yg sanggup berlangsung selama beberapa kali pada setahun adalah waktunya para gamer untuk memborong game-game yang diskon .

Nggak cuma game yang disukai saja, kadang-kadang game lain yang bonus akbar-besaran sanggup menarik minat banyak orang buat membelinya.

Hal ini juga berlaku buat top up di pada game lho, geng. Supaya karakter game engkau makin kece, kamu rela mengeluarkan banyak uang buat game kamu.

Padahal, sebelumnya engkau sudah berjanji buat nggak boros pada urusan game. Ujung-ujungnya, engkau malah membohongi diri kamu sendiri.

Akhir Kata

Demikian artikel Jaka mengenai 7 kebohongan serta hal menyebalkan yg seringkali banget dilakukan oleh para gamer. Yang manakah hal yang pernah kamu lakukan?

Tulis jawabanmu di kolom komentar ya, geng!

Terlanjur Menyesatkan! 10 Kebohongan yang Pernah Diajarkan di Sekolah

Comments

Popular posts from this blog

20 Game Survival Android Terbaik 2019

Turret Hancur Semua! Ini Cara Membuat Epic Comeback di Mobile Legends

7 Game Paling Absurd yang Pernah Diciptakan Nggak Ada Faedahnya!