5 Perusahaan Game yang Bangkit dari Kematian Nggak Cuma Telltale Games!
Di zaman teknologi misalnya saat ini, popularitas game semakin tinggi dengan drastis. Hal tersebut mengakibatkan munculnya developer-developer game baru.
Meskipun begitu, nggak semua developer mampu bertahan dampak ketatnya persaingan di industri game. Kondisi pasar game yg nggak bisa diprediksi terkadang menciptakan sebuah perusahaan game bangkrut.
Bahkan, terdapat jua game eksklusif yang malah menciptakan perusahaannya bangkrut akibat nggak pulang kapital.
DAFTAR ISI
- Perusahaan Game yg Bangkit berdasarkan Kematian
- Sierra Entertainment
- SNK
- Telltale Games
- THQ
- Origin Systems
Perusahaan Game yg Bangkit menurut Kematian
Seorang jagoan di pada game bisa menerima agresi-serangan mematikan menurut musuh & bakal pulang dengan kekuatan yang lebih akbar.
Hal tersebut nampaknya tidak mungkin terjadi kepada perusahaan game. Sudah banyak perusahaan game akbar yg akhirnya harus tutup karena bermacam hal.
Tetapi, terdapat beberapa perusahaan game yg telah meninggal kemudian bangkit lagi berdasarkan kematian, geng. Wah, perusahaan game apa saja, yah?
1. Sierra Entertainment

Sierra Entertainment adalah sebuah perusahaan game yg didirikan pada tahun 1979 di Amerika Serikat. Perusahaan ini populer lantaran merilis Leisure Suite Larry & Kings Quest series.
Sierra nggak bisa bersaing pada era '90-an sebagai akibatnya wajib diakuisisi sang perusahaan game lain bernama Vivendi. Mereka lalu mengeluarkan game misalnya Spyro, Crash, & versi reboot Leisure Suit Larry.
Perusahaan induk Sierra, Vivendi, kemudian bergabung menggunakan perusahaan game yg lebih akbar lagi, yakni Activision.
Namun, penggabungan Vivendi dan Activision menciptakan Sierra Entertainment wajib ditutup dalam tahun 2008 & rumornya akan dilelang.
Tetapi, dalam acara Gamescom 2014, Sierra Entertainment kembali sebagai anak menurut Activision.
Tujuan Activision membangkitkan Sierra adalah buat merilis versi reboot dari game populer buatan Sierra, yakni Kings Quest.
dua. SNK

SNK merupakan sebuah perusahaan game berasal Jepang yang memiliki kepanjangan Shingeki no Kyojin, mirip dengan judul anime populer ketika ini.
Perusahaan yang didirikan pada tahun 1978 ini sudah melahirkan banyak game jadul populer, salah satunya merupakan game dingdong, King of Fighters.
Pada zaman dahulu, SNK bisa bersaing dengan perusahaan game akbar asal Jepang lainnya, yaitu Namco dan Capcom. Tetapi, merosotnya tren game dingdong membuat SNK bangkrut pada tahun 2001.
Ketika bangkrut, seluruh alat-alat yg dimiliki oleh SNK dibeli sang Playmore, perusahaan game yang dimiliki oleh pendiri SNK, Eikichi Kawasaki.
Pada tahun 2003, SNK bangkit balik menggunakan nama SNK Playmore. Meskipun begitu, penghasilan terbesar menurut SNK bukan dari menurut konsol game, melainkan berdasarkan game dingdong & pachinko.
tiga. Telltale Games

Telltale Games merupakan sebuah perusahaan game yang dibuat pada tahun 2004. Perusahaan ini banyak membentuk game menggunakan aliran Episodic-Adventure, galat satunya The Walking Dead.
Meskipun sudah terdapat dari tahun 2004, Telltale Games mulai diperhitungkan dalam industri game sesudah merilis game The Walking Dead tahun 2012.
Tetapi, kesuksesan tadi nggak berlangsung lama lantaran Telltale Games wajib tutup dalam tahun 2018 kemudian. Hal ini terjadi karena kesalahan manajemen serta budaya kerja yang toxic.
Namun, santer keterangan bahwa perusahaan ini akan bangkit menurut kematian berkat kucuran dana dari beberapa investor yg berniat membangkitkan perusahaan ini.
Perusahaan Telltale Games yg baru akan dipimpin sang Jamie Ottilie dan Brian Waddle yang sudah berpengalaman pada bidang game, terutama mobile game.
4. THQ

THQ atau Toy Head-Quarters merupakan sebuah perusahaan game yg terkenal lantaran memproduksi game-game berlisensi berdasarkan kartun milik Nickelodeon & Disney.
Game tadi banyak membawa keuntungan untuk THQ. Tetapi, THQ kemudian memiliki ide buat menyebarkan game orisinal mereka sendiri.
Game asli mereka, Darksiders series dan Saints Row series nggak laku pada pasaran dan malah jadi bumerang buat mereka sendiri.
THQ lalu mengajukan kebangkrutan pada tahun 2013 kemudian. Ketika bangkrut, THQ nggak mempunyai uang sehingga wajib menjual franchise game-nya.
Franchise Red Faction & Darksiders lalu dibeli oleh Nordic Games yg kala itu belum populer. Pada tahun 2014, Nordic lalu membeli merk THQ buat merilis balik franchise asli THQ.
Pada tahun 2016, Nordic Games kemudian mengganti namanya menjadi THQ Nordic.
lima. Origin Systems
Origin Systems adalah perusahaan game yang aktif dalam tahun '80-an menggunakan franchise game populernya, Ultima dan Wings Commander.
Pada tahun 1992, Electronic Arts membeli Origin dengan asa sanggup membentuk judul-judul game terkenal lainnya. Sayangnya, Origins nggak berhasil memenuhi ekspektasi EA.
EA pun menghentikan produksi game Origin pada tahun 1999. Lalu, pada tahun 2004, EA membubarkan perusahaan game Origin Systems.
Pada tahun 2011, EA sedang gencar-gencarnya menjual game mereka secara online. EA yang populer serakah nggak mau menjual di Steam lantaran adanya pembagian keuntungan penjualan.
EA kemudian membentuk platform game digital sendiri dengan memakai nama Origin. Origin yang awalnya merupakan developer, kini beralih sebagai toko game digital milik EA.
Akhir Kata
Demikian artikel Jaka mengenai 5 perusahaan game yang bangkit berdasarkan kematian. Pernahkah engkau memainkan game-game yang dibuat sang perusahaan game pada atas?
Tuliskan jawaban kamu pada kolom komentar ya, geng!
Comments
Post a Comment