5 Alasan EA Menjadi Perusahaan Game Paling Dibenci
Membicarakan game, niscaya terdapat nama satu perusahaan game yg nyangkut pada pikiran engkau . Biasanya, sih, perusahaan yang menciptakan game favorit kamu.
Namun, poly pula perusahaan pembuat game terkenal yg nggak disukai oleh para gamer. Alasannya juga banyak, entah kualitas yg selalu menurun atau lantaran rakus.
Pada artikel sebelumnya, Jaka pula sempat menulis perusahaan game yang paling dibenci. EA berhasil mendapatkan posisi pertama pada hal tadi. Kok sanggup, ya?
DAFTAR ISI
- Alasan Utama Kenapa EA Menjadi Perusahaan Game Paling Dibenci
- Microtransaction Game EA yang Gila-Gilaan
- EA Hobi Menghancurkan Franchise Game
- EA Sering Menutup Perusahaan yang Mereka Beli
- EA Nggak Bikin Game Single Player Lagi
- EA Nggak Pernah Belajar berdasarkan Kesalahan
lima Alasan Utama Kenapa EA Menjadi Perusahaan Game Paling Dibenci
Tahun 2017 adalah tahun terberat EA. Semua game yang mereka rilis pada tahun itu menerima review negatif.
Bahkan, pembelaan mereka menjadi komentar menggunakan downvote terbanyak pada sejarah forum Reddit.
Namun, reputasi tidak baik tersebut bukanlah didapatkan menurut 1 atau dua kesalahan. EA punya banyak banget dosa kepada gamer dalam 10 tahun terakhir.
Penasaran, kan, menggunakan alasan kenapa sebegitu bencinya para gamer terhadap perusahaan game super besar yg satu ini? Simak terus ya, geng!
1. Microtransaction Game EA yang Gila-Gilaan

Apakah kamu tahu game Star Wars Battlefront II? Game tadi adalah game action shooter bertema Star Wars yang dirilis sang EA dalam tahun 2017.
Meskipun sudah dinanti-nantikan oleh para penggemar, ternyata hasilnya malah mengecewakan banget, geng.
Untuk menggunakan karakter basic misalnya Darth Vader atau Luke Skywalker, kamu harus membayar lagi.
Meskipun game berbayar, tetapi engkau perlu membayar dengan jumlah banyak buat bisa memenangkan game ini. Pasalnya, karakter kuat hanya sanggup kamu dapatkan dari lootbox.
Player yg sabar sanggup membeli lootbox menggunakan hibah yang dihasilkan dari bermain selama berjam-jam. Namun, poly yg tergiur membeli lootbox menggunakan uang asli supaya lebih cepat.
Lootbox yang kamu beli pun belum tentu berisi karakter atau item yg kamu inginkan. Karena banyak yg protes, game ini akhirnya malah merugikan EA.
2. EA Hobi Menghancurkan Franchise Game

EA punya hobi yg unik, geng. Perusahaan ini suka banget membeli developer-developer game mini yang memiliki game sukses.
Salah satunya merupakan Visceral yang sekarang sudah tutup. Visceral adalah perusahaan pengembang game survival horor Dead Space pada 2008.
EA membeli Visceral lalu menyuruh Visceral untuk menciptakan sekuel.
Dead Space dua sukses besar di pasar, namun nggak berhasil memenuhi ekspektasi penjualan menurut EA. Padahal, Dead Space 2 sudah terjual sampai 4 juta copy, lho.
Di sekuelnya yg terakhir, yakni Dead Space 3, EA mengimplementasikan microtransaction yg akhirnya sebagai bumerang bagi mereka.
Banyak orang yg nggak senang menggunakan Dead Space tiga karena sistem tadi. Akhirnya, game yg dinanti-nantikan oleh para penggemarnya ini malah jadi nggak laris dan dibenci.
tiga. EA Sering Menutup Perusahaan yang Mereka Beli

Masih berkaitan menggunakan poin sebelumnya, nih, geng. Setelah membeli perusahaan game lain, EA memaksa mereka buat membuat game yang mampu menghasilkan uang poly buat EA.
Nggak cuma berdasarkan penjualan saja, EA pula memerintahkan studio game tersebut buat mengimplementasikan microtransaction yang gila-gilan.
Akhirnya, game mereka malah nggak laris & EA malah menyalahkan studio yg mereka beli tersebut. Mereka pun akhirnya wajib rol tikar, geng.
Beberapa studio game yg sudah ditutup sang EA antara lain Visceral (Dead Space), Pandemic (Star Wars Battlefront), & Maxis Emeryville (SimCity).
4. EA Nggak Bikin Game Single Player Lagi

Sadar nggak engkau jika EA sudah usang sekali nggak merilis game single player? Mungkin kamu juga pernah bertanya-tanya tentang sebab.
EA pernah beropini bahwa saat ini bukanlah masa kejayaan game single player lagi. EA menduga jikalau gamer nggak akan memilih game yg tamat hanya dalam beberapa jam.
Dengan penuh percaya diri, wakil presiden EA mengatakan bahwa gamer terkini lebih senang game yang meskipun telah bertahun-tahun dimainkan tetap seru misalnya game online.
Oleh karena itu, EA sekarang serius membentuk game multiplayer, geng. Game multiplayer juga menjadi jalan bagi EA buat menerapkan sistem jahatnya, microtransaction.
Ironisnya, pemenang penghargaan Game of The Year dalam tahun 2018 adalah God of War 4, yang notabene adalah game singleplayer.
lima. EA Nggak Pernah Belajar dari Kesalahan
Nah, terakhir merupakan alasan kenapa EA pernah mendapat penghargaan sebagai perusahaan terburuk di Amerika Serikat selama 2 tahun berturut-turut.
Banyak banget yg sudah mengritik EA secara terperinci-terangan, tetapi nampaknya nggak ngaruh jua ke EA. EA tetap menerapkan keserakahannya ke pada seluruh game-nya.
Penjualan dari 3 game besar rilisan EA, yakni Mass Effect: Andromeda, Star Wars Battlefront II, & Need for Speed Payback sangat anjlok pada pasaran.
Meskipun banyak banget yg benci sama EA, harga saham EA malah melonjak 33% di tahun 2017. Sepertinya hal itulah yang menciptakan EA merasa nggak perlu memperbaiki kesalahan mereka.
Akhir Kata
Demikian artikel Jaka mengenai lima alasan utama mengapa EA sebagai perusahaan game paling benci pada dunia. Setelah membaca artikel ini, engkau mungkin bakal makin males main game buatan EA.
Tulis pendapat kamu tentang EA di kolom komentar yang terdapat pada bawah ya, geng!
Comments
Post a Comment