Daftar 5 Bug Teraneh yang Ada di PES 2020
Sepak bola itu unik, geng, lantaran olahraga yg satu ini bisa menyatukan masyarakat sebaik mereka bisa menghancurkan pertemanan.
Jaka masih ingat banget, geng, pada Asian Games kemarin waktu tim Indonesia berhasil lolos babak gerombolan hanya buat kalah menurut Uni Emirat Arab karena penalti.
Meskipun banyak sahabat Jaka yang kurang peduli sama sepak bola, kita ikut terbawa perasaan saat nonton pertandingan sepak bola tim Indonesia.
Tapi sepak bola jua sanggup merusak pertemanan, geng, terutama jikalau menyangkut video game PES yang sudah sebagai tradisi main bersama semenjak dulu.
DAFTAR ISI
- Bug Teraneh yg ada di PES 2020
- Bola Lepas Sendiri
- Foul yg Nggak Jelas
- Perseteruan Teman Satu Tim
- Kiper Hiperaktif
- Kebanyakan Replay
lima Bug Teraneh yang ada di PES 2020
Nah, telah jadi ritual, geng, kurang lebih bulan Agustus atau September itu niscaya keluar seri baru Pro Evolution Soccer (PES) dari Konami.
Untuk tahun ini, PES berubah nama jadi eFootball PES 2020, geng! Dengan fokus yang sekarang terletak pada eSports.
Berbeda menggunakan seri FIFA menurut Electronic Arts, PES memakai gameplay yg jauh lebih realistis. Tapi namanya game tahunan, PES 2020 itu jauh dari sempurna.
Banyak banget, geng, bug aneh bin ajaib yang kalian sanggup temukan pada sini. Buat yg penasaran, kalian bisa baca pribadi 5 bug teraneh yg ada pada PES 2020!
1. Bola Lepas Sendiri
Masalah bola lepas memang sudah jadi penyakit kronis pada PES, geng, dan nggak jarang Jaka geleng-geleng ketua sendiri pas ini terjadi.
Bug ini kocak jikalau terjadi pada lawan tapi bila kalian sendiri yang jadi korban, pasti bikin kalian mau lempar gamepad.
Yang paling kesel, geng, hal ini bisa terjadi kapan saja, termasuk di depan gawang saat kalian sudah bersiap-siap melepas tembakan.
Makanya, geng, kalau kalian main terus melihat bola pemain kalian datang-datang ketinggalan, jangan terkejut, ya!
dua. Foul yg Nggak Jelas
Perilaku wasit yang suka aneh sudah menjadi tradisi sepak bola, geng, tapi di PES 2020, sepertinya poly wasit yang ngantuk dan lupa minum es kopi.
Kalau konduite agresif versus yg dibiarkan sama wasit mungkin Jaka masih bisa terima, geng, tapi di PES 2020, tak jarang nggak lumrah.
Di game ini, nggak sporadis tim kamu yang justru disalahkan buat konduite kasar lawan yang suka bikin Jaka teriak-teriak.
Makanya, geng, jikalau kalian ingin mendalami aksi diving Neymar, pikir-pikir lagi, deh. Soalnya wasit PES 2020 nggak terdapat pada sisi kalian.
3. Konflik Teman Satu Tim
Bukan cuma wasit, geng, yang sanggup bekerja sembari ngantuk. Pemain kalian pula senang berperilaku kesurupan di PES 2020.
Di PES, kalian sanggup memerintahkan pemain lain untuk lari ke titik eksklusif buat mengatur operan terobosan, akan tetapi reaksi mereka senang bikin ketawa, geng.
Nggak sporadis Jaka melihat pemain Jaka sendiri saling menjatuhkan tanpa adanya alasan yg jelas.
Kalau di momen corner kick, Jaka masih sanggup mengerti, soalnya memang ramai. Tapi pas bola di tanah jua masih sering gesekan, geng!
4. Kiper Hiperaktif
Kalau yg ini kasusnya bukan ngantuk dan lupa minum es kopi, geng, tapi justru sebaliknya!
Mungkin lantaran kiper terlalu bersemangat, tapi Jaka telah pernah lihat beberapa kali kiper yg loncat sendiri tanpa diminta.
Jaka akui, Jaka suka banget melihat adanya inisiatif menurut pemain Jaka, akan tetapi nggak sampai segitunya juga, geng!
5. Kebanyakan Replay
Yang ini sebenarnya bukan bug, geng, akan tetapi dari semua kekurangan PES 2020, mungkin ini yg paling bikin kesal.
Bug-bug pada atas cuma muncul kalau kalian nggak beruntung, akan tetapi frekuensi replay yg hiperbola selalu terdapat di sisi kalian.
Kalian pasti ingat ketika jaman sinetron pada mana sedikit-dikit ada close-up. Nah, ini kasusnya sama, cuman 10 kali lebih jelek.
Frekuensi replay di sini soalnya sangat menghambat alur permainan, geng, dan replay pada sini digunakan hampir tanpa subordinat.
Akhir Kata
Itulah, geng, beberapa kasus dan bug teraneh yang terdapat di PES 2020. Seperti poly game jaman kini , game yang baru keluar itu sering penuh bug.
Buat kalian yg sudah nggak sabar buat memainkan PES paling baru ini, Jaka sarankan sabar dan puaskan diri kalian menggunakan PES 2019 dulu, geng!
Dari pengalaman Jaka, PES 2020 memang punya gameplay & grafis yg patut diacungi jempol, tapi masalahnya nggak sedikit.
Bagaimana pengalaman kalian di PES 2020, geng? Atau mungkin kalian punya rekomendasi game sepak bola lainnya? Langsung share di kolom komentar ya, geng!
Comments
Post a Comment