7 Dosa Besar yang Pernah Sony Lakukan di PS 4 Sering Bikin Fans Kecewa!
Kalau kamu telah usang berkecimpung pada dunia video game, pasti engkau sudah kenal dekat dengan perusahaan game terkaya asal Jepang bernama Sony.
>Nggak cuma membentuk game-game keren, Sony pula bertanggung jawab menghasilkan konsol game terlaris sepanjang masa, salah satunya merupakan PlayStation 4.
Nggak sanggup dipungkiri bahwa, PS4 merupakan konsol terbaik di generasi ini. Sebagai "anak kesayangan" Sony, tentu poly "perlakuan khas" yg diberikan pada produk ini.
DAFTAR ISI
- Dosa Besar yg Pernah Sony Perbuat pada Konsol PlayStation 4
- Nggak Mengizinkan Player Mengganti Nama Akun PSN
- Menolak Sistem Cross Platform
- Menolak Mod Support Game Bethesda pada Konsol PS4
- PS4 & PS4 Pro yang Nggak Beda Jauh
- Presentasi E3 2017 Jadi yang Paling Buruk
- Dual Shock 4 Fiturnya Gak Kepake Semua!
- PSVR, Cuma Mahal Tapi Nggak Laku?
7 Dosa Besar yg Pernah Sony Perbuat pada Konsol PlayStation 4
Sayangnya, nggak semua perlakuan khas yg diberikan pada PlayStation 4 memiliki pengaruh yg baik. Keputusan yg jelek dan tergesa-gesa malah mencoreng nama PS4 dan Sony.
Dalam artikel ini, Jaka bakal membahas tentang 7 dosa akbar yang pernah diperbuat Sony pada PS4. Dosa tersebut sangat fatal sebagai akibatnya mencoreng nama PS4 pada kalangan fans.
Daripada kamu makin penasaran, mendingan eksklusif saja, mari, cek artikel Jaka berikut adalah!
1. Nggak Mengizinkan Player Mengganti Nama Akun PSN

PSN atau PlayStation Network merupakan platform layanan digital yang dibuat Sony buat pengguna PlayStation. Kamu wajib berlangganan akun PSN buat bisa memainkan game secara online.
Semenjak PS3 pertama kali dirilis dalam tahun 2006, masih ada hal yg dibenci sama para player, yakni nggak mampu mengganti nama akun PSN mereka.
Bayangkan kalau kamu punya username alay & kamu nggak mampu ganti nama ID engkau . Solusinya adalah menciptakan akun PSN baru yg biaya langganannya relatif mahal dengan risiko seluruh achievement dan save game-mu hilang.
Ketika PS4 dirilis tahun 2013, hal ini jua permanen nggak didengarkan sang Sony. Para fans PS4 pasti cita rasanya sudah kesal banget dengan Sony, geng.
Untungnya, 5 tahun lalu tepatnya tahun 2018, player PS4 telah mampu membarui nama akun PSN mereka.
2. Menolak Sistem Cross Platform
Ketika pertama diluncurkan, penjualan konsol PS4 meroket dan mengalahkan saingannya, yakni XBOX One. Hal ini membuat Sony sombong setengah tewas.
Psyonix, developer game cross platform, Rocket League memberikan kerjasama kepada Sony. Microsoft selaku pemilik XBOX One pun telah menyetujuinya.
Sony yg sombong menganggap bahwa konsol lain nggak level apabila dibandingkan dengan PS4. Mirip pengguna produk Apple gitu, lah, geng.
Bukannya menerima respon positif, keputusan ini malah membuat geram pemilik PS4. Ibaratnya, di saat sahabat-temannya main sepakbola, PS4 malah nggak boleh ikutan main menggunakan anak lain sang orang tuanya.
Untungnya, pada bulan September 2018 lalu, Sony sudah mengizinkan PS4 buat memainkan game cross platform.
tiga. Menolak Mod Support Game Bethesda pada Konsol PS4

Di pada ajang E3 tahun 2015, game Fallout 4 menjadi keliru satu game yg paling ditunggu. Apalagi sesudah Bethesda menaruh mod support dalam player Fallout 4 pada XBOX One & PS4.
Fitur ini hadir beberapa bulan lebih cepat di XBOX One. Ketika fans telah nggak sabar menunggu, Bethesda tiba-datang mengumumkan bahwa mereka batal memberikan mod support pada player Fallout 4 di PS4.
Katanya, sih, hal ini terjadi lantaran pertarungan antara Bethesda dan Sony yg hingga kini masih misterius, geng. Fans pun kecewa berat dengan Sony.
Sony yg merasa bersalah berupaya menebus kesalahannya menggunakan berunding bersama Bethesda. Akhirnya, PS4 sekarang telah memiliki mod support Fallout 4.
4. PS4 & PS4 Pro yang Nggak Beda Jauh

Tiga tahun selesainya PS4 pertama kali dirilis, Sony mengeluarkan versi terbaru PS4 mereka yang diklaim jauh lebih powerful, yakni PS4 Pro.
Ketika rilis, para fans malah kecewa banget menggunakan konsol PS4 Pro, geng. Alasannya, lantaran nggak ada perbedaan signifikan antara PS4 dan PS4 Pro.
PS4 Pro hanya memberikan dukungan resolusi 4K & framerate yang lebih halus. Berbeda jauh menggunakan Microsoft yg merilis XBOX One X yang terasa jauh berbeda dibandingkan XBOX One biasa.
lima. Presentasi E3 2017 Jadi yang Paling Buruk

E3 merupakan ajang pada mana semua perusahaan-perusahaan besar yg bergerak di industri game mempresentasikan proyek-proyek mereka.
E3 2017 kemarin merupakan ajang E3 paling malu dan menyedihkan bagi Sony. Meskipun ada pengumuman dan trailer game baru, tetap saja presentasi Sony kurang memuaskan.
Sony jua dievaluasi kurang menaruh informasi mengenai game-game eksklusif kepada para penggemar. Para penggemar tentunya kecewa, geng.
6. Dual Shock 4 Fiturnya Gak Kepake Semua!

Dual Shock adalah kata yang diberikan Sony pada kontroler atau stik konsol PlayStation. Dual Shock 4 merupakan kontroler canggih milik PS4.
Kontroler dual shock 4 mempunyai port jack tiga.5mm, dukungan wireless, dan lain-lain. Salah satu fitur yg paling menonjol merupakan Touchpad akbar yg terletak pada bagian tengah atas.
Sayangnya, Sony nggak mampu mengembangkan Touchpad sebagai hal yang luar biasa pada Dual Shock 4. Fitur ini malah terkesan nganggur & nggak guna.
Selain itu, lampu light bar yang terdapat di Dual Shock 4 juga boros baterai banget, geng. Kesalnya lagi, lampu ini nggak bisa dimatikan.
7. PSVR, Cuma Mahal Tapi Nggak Laku?
PlayStation VR adalah indera yang dibuat khusus sang Sony buat bermain game-game VR di konsol PS4. Hal ini cukup inovatif mengingat XBOX nggak mempunyai indera serupa.
Hal yang baru & inovatif ini harusnya pada-support sang Sony seperti merilis game VR yang lebih seru lainnya. Namun, Sony seakan mengabaikan proyek tadi, geng.
Alih-alih berbagi PSVR, Sony nggak membentuk apapun yang bisa menaikkan ketertarikan player terhadap produknya.
PSVR pun akhirnya memiliki nasib sama dengan PSVita, konsol yg powerful tetapi minim dukungan. Jadinya konsol ini nggak laris, deh.
Akhir Kata
Demikian artikel Jaka mengenai 7 dosa akbar yang pernah dilakukan Sony kepada anak kesayangannya, PlayStation 4. Keputusan Sony banyak yang disayangkan ya, geng?
Menurut kamu, keputusan manakah yang sebagai dosa terbesar Sony kepada PS4? Tulis jawaban serta alasanmu di kolom komentar yang tersedia, yah.
Sampai njumpa lagi pada artikel Jaka lainnya!
Comments
Post a Comment