7 AI yang Lebih Hebat Dibandingkan Gamer Profesional Dunia Dikuasai Robot?
Kisah robot yg akhirnya berbalik melawan insan itu telah banyak, geng, & keliru satunya bisa kalian lihat di film Terminator: Dark Fate yg baru saja keluar.
Robot menggunakan kemampuan dan teknologi sophisticated misalnya Rev-9 di film Terminator mungkin masih sangat jauh pada masa depan, geng, tapi mereka sudah di atas kita bila soal kepintaran.
>Perkembangan Artifical Intelligence atau AI memang sangat pesat di beberapa tahun terakhir & mereka sudah sanggup mengalahkan insan di beberapa tipe permainan.
DAFTAR ISI
- AI yg Lebih Hebat Dibandingkan Pemain Profesional
- Deep Blue (Catur)
- AlphaGo (Igo)
- AlphaZero (Catur, Shogi, dan Igo)
- OpenAI Five (Dota dua)
- AlphaStar (StarCraft II)
- Pluribus (Poker)
- Watson (Acara Kuis Jeopardy!)
7 AI yg Lebih Hebat Dibandingkan Pemain Profesional
Jaka sendiri kalau lagi sedang frustrasi, sering banget, geng, melampiaskan kemarahan dengan main game Counter-Strike & melawan bot yang bodoh.
Makanya, Jaka telah terbiasa menganggap AI menjadi bulan-bulanan akan tetapi ternyata telah banyak, geng, AI yg sebenarnya mempunyai kemampuan setara atau bahkan di atas pemain profesional.
Buat kalian yg sudah bertanya-tanya, Jaka pada sini mau share 7 AI yang lebih hebat dibandingkan pemain profesional yg sudah dilansir menurut aneka macam sumber, geng!
1. Deep Blue (Catur)

Deep Blue merupakan sebuah komputer protesis IBM yg dirancang spesifik buat bermain catur yg sempat menggemparkan global di tahun 1996.
Di tahun 1996, Deep Blue berhasil memenangkan satu permainan melawan Garry Kasparov, Grandmaster catur yg dipercaya menjadi galat satu pemain catur terbaik sepanjang masa.
Tapi Garry berhasil membalik kekalahan pertamanya & pertandingan berakhir menggunakan skor akhir 4-2 buat Garry.
Di tahun 1997, Deep Blue dan Garry bertemu kembali dan pada sini, Deep Blue keluar menjadi pemenang menggunakan skor akhir 3,5 - 2,lima untuk Deep Blue.
dua. AlphaGo (Igo)

Igo dianggap sebagai permainan yg jauh lebih kompleks dibandingkan catur biasa karena mempunyai variasi langkah yang jauh lebih tinggi dibandingkan catur.
Tapi, AI AlphaGo protesis DeepMind yg kini telah dibeli sang Google & telah berhasil mengambarkan kemampuannya, geng!
Di tahun 2016, AlphaGo berhasil mengalahkan Lee Sedol, pemain asal Korea Selatan yg memiliki gelar tertinggi pada Igo, Dan 9, menggunakan skor akhir 4-1.
Hasil ini sempat menggemparkan global, geng, karena poly yg memprediksi kalau Igo masih terlalu sulit buat AI dan Lee sendiri jua memprediksi bila dia akan menang telak.
Perlu dicatat, jika di sini, Alpha Go membutuhkan total 1.920 CPU & 280 GPU untuk beroperasi yang tentunya membutuhkan sumber daya yg sangat akbar.
3. AlphaZero (Catur, Shogi, & Igo)

Setelah sukses dengan AlphaGo, AI ini dikembangkan lagi sang DeepMind menjadi AlphaZero yg tidak hanya terpaku pada satu jenis permainan saja.
AlphaZero dibuat buat menguasai permainan catur, Shogi, & Igo menggunakan prosesor spesifik AI yg disebut sebagai tensor processing unit (TPU).
AlphaZero sendiri tidak pernah digunakan buat melawan pemain insan lain, geng, akan tetapi buat melawan AI lainnya misalnya Stockfish di catur dan AlphaGo.
Di jurnal yang dipublikasikan di arXiv, DeepMind menyatakan bahwa AI buatan mereka telah berhasil mengalahkan acara lainnya pada ketiga permainan tadi.
4. OpenAI Five (Dota 2)

Catur, Shogi, & Igo masih nisbi mudah, geng, karena semuanya merupakan permainan individual yang memakai sistem turn-based & Dota 2 mampu dibilang jauh lebih kompleks, geng.
Tapi hal ini nggak mampu menghentikan OpenAI Five protesis perusahaan OpenAI yang didirikan sang pendiri Tesla, Elon Musk, buat menguasai game terkenal Dota 2.
OpenAI Five berhasil mengalahkan tim e-sports OG, pemenang turnamen Dota 2 The International di tahun 2018 & 2019, pada bulan April kemarin, geng.
Memang pertandingan ini dibatasi menggunakan hanya 17 hero dari 100 hero lebih yg ada di Dota 2 tapi pencapaian OpenAI Five permanen luar biasa, geng!
lima. AlphaStar (StarCraft II)

Setelah sukses dengan board game, DeepMind pindah ke game real-time strategy, geng, menggunakan AlphaStar yang berfokus di game StarCraft II.
Berbeda menggunakan MOBA misalnya Dota 2 di mana engkau cuma mengendalikan 1 hero, pada game penuh strategi ini kamu wajib mengendalikan puluhan unit, geng, bersama variabel lainnya.
Tapi, di awal 2019, pada sebuah video yg disiarkan pada YouTube dan Twitch, AlphaStar berhasil memenangkan pertandingan dengan 10 pemain pro tidak sinkron.
Untungnya, geng, salah satu pemain manusia, Grzegorz MaNa Komincz, berhasil mengalahkan AlphaStar sekali, yg menampakan jika manusia masih punya asa, geng!
6. Pluribus (Poker)
Poker merupakan game yang sangat tidak sinkron, geng, lantaran pada sini engkau sama sekali nggak tahu kartu apa yg dipegang pemain lain & wajib sanggup membohongi lawan.
Selain itu, konsep menang dan kalah pada poker itu jauh lebih ambigu, geng, yang menciptakan game ini jadi tantangan sendiri buat AI.
Tapi, Pluribus yang dibentuk oleh sebuah tim menurut Facebook berhasil menguasai permainan ini, geng, ketika melawan pemain pro lainnya di game poker menggunakan 6 pemain.
AI Pluribus berhasil memenangkan homogen-rata 1,000 dollar per jam atau sekitar Rp14 juta & bisa dianggap menjadi kemenangan di global poker.
7. Watson (Acara Kuis Jeopardy!)

Setelah Deep Blue, IBM balik lagi pada tahun 2011 dengan Watson, komputer yg dibuat buat menguasai program kuis Jeopardy! di Amerika Serikat.
Berbeda menggunakan permainan lainnya yang menerangkan kemampuan strategis AI, Watson lebih mengutamakan kemampuan bahasa pada pemahaman pertanyaan yang diajukan.
Di Jeopardy!, pertanyaan yang diajukan memakai bahasa sehari-hari dan terkait dengan informasi-berita di pop culture yang merupakan sebuah tantangan unik bagi sebuah AI.
Tapi Watson terbukti sukses lantaran berhasil mengalahkan Brad Rutter & Ken Jennings, dua kontestan tersukses pada sejarah Jeopardy!.
Akhir Kata
Itulah, geng, daftar 7 AI yg lebih hebat dibandingkan pemain profesional. Tapi perlu dicatat bahwa AI pada sini hanya handal pada satu jenis permainan saja, terkecuali AlphaZero.
Seperti yang Jaka sebut pada atas, kebanyakan AI ini membutuhkan banyak sumber daya & pastinya nggak mampu berfungsi bila hanya menggunakan HP atau komputer engkau saja.
Bagaimana, geng, pendapat kalian mengenai perkembangan AI ini? Menarik atau justru angker? Share pada kolom komentar ya!
Comments
Post a Comment