5 Game Keren yang Dicibir Karena Grafiknya Burik GTA: San Andreas Termasuk?
Untuk membuat sebuah game yg menarik butuh adonan bermacam-macam elemen yg membangun satu kesatuan yang utuh. Salah satu elemen krusial menurut sebuah game adalah visualnya.
Grafik berperan krusial buat menarik perhatian orang-orang suapaya mau main game tadi.
Meskipun grafik bukan segalanya, jika grafiknya jelek banyak pemain yang ogah buat mainin game itu meskipun gameplay dan ceritanya menarik.
Beberapa game indah bahkan jadi dicibir dan dikritik gara-gara punya grafik yg jelek. Apa aja sih game-game yang jadi musnah karena grafiknya yg jelek?
DAFTAR ISI
- Kumpulan Game yg Jadi Rusak Gara-Gara Grafiknya yang Jelek
- Galleon: Islands Of Mystery (Xbox)
- Far Cry Vengeance (Nintendo Wii)
- Shadow Man (PlayStation)
- Final Fantasy VII (PlayStation & PC)
- Grand Theft Auto
Kumpulan Game yang Jadi Rusak Gara-Gara Grafiknya yg Jelek
Gameplay & cerita yg cantik nggak cukup buat bikin sebuah game jadi outstanding. Hal ini perlu didukung sama visual yg menarik yang mampu bikin para pemainnya bisa mencicipi seolah-olah berada pada dalam game tersebut.
Beberapa game rusak karena nggak sanggup bikin visual yang bagus untuk para pemainnya. Meskipun ada banyak pemain yang main game itu, banyak pemain-pemain potensial lainnya yg nggak jadi main lantaran grafiknya yg buruk.
Berikut beberapa model di mana grafik yang jelek bikin suatu game jadi ancur meskipun punya gameplay & cerita menarik.
1. Galleon: Islands Of Mystery (Xbox)
Sumber foto: gamespot.ComGalleon adalah game yang dikembangkan oleh desainer game yang pula membuat Tomb Raider, terlihat kentara pengaruh menurut game Tomb Raider pertama terhadap grafik game ini.
Galleon mempunyai cerita dan gameplay yg menarik. Kalian akan bermain sebagai Captain Rhama Sabrier, seorang kapten kapal yang berusaha mengungkap rahasia mengenai kapal hantu yg mendarat pada sebuah pulau.
Kamu akan berpetualang pada aneka macam loka pada pulau itu dengan memanfaatkan berbagai kemampuan yg dimiliki Captain Rhama.
Game ini sebenarnya cukup menarik tetapi grafik yg disesuaikan game ini terbilang jadul.
Proses pembuatan game ini memang terbilang lama , sebagai akibatnya grafiknya pun sesuai dengan ketika pertama kali game ini dibuat.
Konsep awal grafik game ini akan terlihat menarik bila diterbitkan 5 tahun kebelakang sebelum game ini rilis.
Para developer game ini gagal buat menyesuaikan apa yang mereka buat menggunakan tren pasar waktu itu.
2. Far Cry Vengeance (Nintendo Wii)
Sumber foto: thenintendrones.Wordpress.ComSetelah sukses menyebarkan Far Cry, game FPS di PC yg merogoh setting di pulau tropis, Crytek Studios mencoba buat mengembangkannya ke platform lain.
Far Cry Vengeance merupakan game FPS yang dikembangkan sang Crytek Studios yg di publikasikan pada Nintendo Wii.
Dengan memanfaatkan fungsi kontrol berdasarkan Nintendo Wii, Far Cry Vengeance sanggup memberikan pengalaman bermain yang relatif baik.
Pemain mampu berkecimpung & membidik menggunakan akurat berkat teknologi kontrol Nintendo Wii yg mempuni.
Sayangnya hal ini nir diimbangi menggunakan grafis yg menarik. Berbeda berdasarkan series Far Cry yang meningkatkan baku grafik terbaik saat dirilis di PC. Far Cry Vengeance memiliki grafik yang buruk.
Desain karakter dan objek di pada game terkesan misalnya dirilis beberapa tahun kebelakang sebelum game ini rilis. Masih terlihat kentara kotak-kotak pada karakter, senjata, & objek yang terdapat pada dalam game.
Grafik yg tidak baik ini menghancurkan potensi game ini yang sebenarnya bisa diterima menggunakan sangat baik apabila visualnya sinkron menggunakan standar pasar.
tiga. Shadow Man (PlayStation)
Sumber foto: mobygames.ComShadow Man adalah game yg dipublikasikan di banyak sekali platform misalnya PC, Nintendo 64, dan terakhir dirilis pada PlayStation.
Setelah usang menunggu, akhirnya para pemilik PlayStation bisa memainkan game ini selesainya menunggu sekian lama .
Sayangnya bukan kegembiraan yang dirasakan sang para pemilik PlayStation saat game ini keluar melainkan kekecewaan. Para pengguna PlayStation harus puas dengan grafik tidak baik yang terdapat pada game ini.
Pada dasarnya memang sistem PlayStation pada saat itu nir bisa buat menampakan grafik yg sama menariknya menggunakan platform lain.
Keputusan developer Acclaim buat merilis game ini pada PlayStation memang cukup dipertanyakan mengingat kemampuan konsol ini yg terbatas.
Bukannya menaruh kepuasan bermain kepada penggemarnya, keputusan ini justru berujung dalam kekecewaan bagi pengguna PlayStation yg sudah menanti lama game ini dirilis pada konsol yang mereka miliki.
4. Final Fantasy VII (PlayStation & PC)
Sumber foto: mic.ComFinal Fantasy VII berdasarkan segi cerita dan gameplay termasuk salah satu game terbaik pada franchise Final Fantasy.
Hal ini berbanding terbalik menggunakan grafis yang diadaptasi game ini. Dirilis pada masa transisi antara 2D dan 3D graphic, Final Fantasy VII menggunakan teknologi animasi 3D awal yang dikembangkan oleh Square Enix.
Kekurangan grafis game ini terlihat kentara dalam desain karakternya. Tangan para karakternya masih berbentuk kotak-kotak dan tidak proporsional.
Game ini terjebak pada antara grafis 2D Final Fantasy VI yang sophisticated dan grafis 3D Final Fantasy VIII yang sudah jauh lebih mempuni.
Untungnya para penggemar seri Final Fantasy yg tidak sempat memainkan game ini lantaran grafiknya sanggup memainkan versi remake nya dengan grafis yg jauh lebih baik yg akan dirilis beberapa waktu lagi.
lima. Grand Theft Auto
Sumber foto: 2kdevelopment.ComGrand Theft Auto adalah galat satu franchise game yg cukup sukses menurut Rockstar Games. Game ini mampu menarik hati para pemain game lantaran gameplaynya yang bebas dan menarik.
Sayangnya grafis game GTA generasi pertama terbilang sangat kurang. Berbeda jauh dengan seri GTA: San Andreas & GTA V yang kamu kenal ketika ini, geng.
Dengan aktifitas yang majemuk yang bisa dilakukan di dalam game, grafik minimalis yang diusung game ini mengurangi kesenangan yang dirasakan pemainnya.
Seringkali ketika mencuri dan mengendarai kendaraan beroda empat, sulit buat membedakan yang mana bagian depan dan yang mana bagian belakang kendaraan beroda empat.
Terlebih lagi, karakter yg dimainkan jua hanya berbentuk seperti stickman yang rona-warni.
Game ini jua mengusung kamera bird view di mana pemain melihat apa yg terjadi di dalam game hanya dari atas. Point of view dari pemain dalam game ini menjadi sangat terbatas.
Kombinasi antara konsep bird view & grafik yg sangat minimalis mengakibatkan game dengan konsep gameplay yang menarik ini menjadi kurang menarik buat dimainkan.
Akhir Kata
Nah itu beliau, geng beberapa game dengan potensi yang keren akan tetapi rusak gara-gara grafiknya. Beberapa tetep masih punya penggemar meskipun menggunakan grafik yg amburadul.
Memang grafik bukan segalanya tapi poly pula pemain yg menduga grafik itu krusial & nggak mau main game jikalau grafiknya tidak baik.
Menurut kalian gimana nih, geng? Apa kalian termasuk orang-orang yg menitikberatkan kualitas grafik waktu menentukan game buat dimainin?
Comments
Post a Comment