7 Game dengan Bujet Mahal yang Gagal di Pasaran Rugi Bandar!
Geng, kalian niscaya sakit hati nggak, sih, bila kalian telah mencurahkan jiwa & raga kalian buat suatu karya akan tetapi hasilnya malah gagal?
Memang kita nggak sanggup mengharapkan apa yg kita lakukan sukses semata-mata karena kita sudah berkomitmen di situ akan tetapi pastinya permanen miris.
Hal ini poly ditemukan pada global video game loh pada mana sebuah game yang mempunyai bujet pembuatan tinggi malah gagal saat dirilis pada pasaran.
DAFTAR ISI
- Video Game Mahal yang Gagal pada Pasaran
- Lair (2007)
- Daikatana (2000)
- Mass Effect: Andromeda (2017)
- Too Human (2008)
- Shenmue (1998)
- Defiance (2013)
- APB: All Points Bulletin (2010)
7 Video Game Mahal yang Gagal pada Pasaran
Meskipun memiliki umur yg jauh lebih muda dibandingkan film, sekarang industri video game sudah dipercaya lebih akbar dibandingkan film loh, geng!
Makanya sekarang poly banget studio game mini yang mulai bermunculan di seluruh penjuru dunia, termasuk pada negara "ber-flower" tercinta kita ini.
Sayangnya, jalan menuju kesuksesan di video game itu jauh berdasarkan kata mudah dan banyak studio game yg wajib rol tikar karena kegagalan produk mereka.
Nah, di sini Jaka mau share 7 video game mahal yang gagal di pasaran yang menampakan jikalau kualitas produksi tinggi itu nggak mengklaim, geng!
Sebagai catatan, karena industri video game yang agak tertutup, jumlah uang yg Jaka cantumkan di sini masih simpang siur ya, geng.
1. Lair (2007)
Saat pertama kali diumumkan, game Lair banyak ditunggu karena menjanjikan gameplay unik pada mana pemain berperan sebagai kesatria penunggang naga.
Dengan gameplay yg terbagi antara peperangan pada udara dan daratan & reputasi brilian dari developer Factor lima, game ini sangat ditunggu oleh pemilik PS3.
Sayangnya, selain soundtrack yang memukau, game ini poly menerima kritik pedas karena motion control yang sangat buruk.
Bujet pembuatan game ini nir pernah diumumkan ke publik tapi Factor lima sampai bangkrut setelah kegagalan Lair yang menunjukkan seberapa mahal game ini, geng!
2. Daikatana (2000)

Sering disebut menjadi 'bapaknya' game FPS, John Romero merupakan developer yg sangat dihormati pada tahun 90-an berkat masanya pada studio id Software.
Romero adalah sosok primer dibelakang game FPS legendaris seperti Wolfenstein 3D & Doom sebelum dia mendirikan studio sendiri bernama Ion Storm.
Makanya, game Daikatana berdasarkan studio tersebut telah sangat dinantikan oleh gamer tapi sayangnya, asa tadi hancur waktu game ini dirilis di tahun 2000.
Bujet total menurut game ini masih tidak diketahui akan tetapi perlu dicatat bahwa kegagalan game ini sampai menghancurkan reputasi Romero pada global video game, geng!
tiga. Mass Effect: Andromeda (2017)

Trilogi Mass Effect acapkali dijuluki menjadi salah satu seri RPG terbaik sepanjang masa yang membuat sekuel Mass Effect: Andromeda sangat ditunggu oleh gamer.
Untuk sekuel ini, tongkat developer utama pindah dari BioWare Edmonton ke tangan studio baru BioWare Montreal dengan Electronic Arts (EA) sebagai penerbit.
Sayangnya, kurangnya pengalaman studio baru tadi terlihat dari kualitas game ini yang poly dihujat oleh fans & kritikus, geng!
Dengan bujet total yg dikabarkan mencapai 100 juta dolar Kanada atau kurang lebih Rp1 triliun, kegagalan game ini memaksa EA buat 'menidurkan' seri Mass Effect.
4. Too Human (2008)

Dengan waktu pembuatan yang sangat usang di hampir 10 tahun, game Too Human telah sebagai legenda lantaran memiliki proses pembuatan yang sangat bermasalah.
Nggak tanggung-tanggung, game ini awalnya dibuat buat Sony PlayStation 1 sebelum berpindah ke Nintendo Gamecube dan akhirnya dirilis secara ekslusif di Xbox 360.
Sayangnya, usaha tadi nggak berakibat hasil yang sepatutnya dan game ini poly dikritik karena mempunyai gameplay yang repetitif.
Developer Silicon Knights pun dituntut sang Epic Games karena sudah sengaja menggunakan Unreal Engine tanpa lisensi yg memaksa mereka buat menghentikan penjualan game ini.
Dengan bujet total yang dikabarkan mencapai 80 juta dolar Amerika atau sekitar Rp1 triliun, planning buat membuat game ini sebagai trilogi dibuang jauh-jauh.
lima. Shenmue (1998)

Berbeda menggunakan game lain pada sini, Shenmue poly dipuji fans dan kritik tapi nggak mencegah game ini sebagai keliru satu kegagalan terbesar pada dunia video game.
Bisa dibilang, Shenmue merupakan korban berdasarkan ambisi yang tidak terbendung developer Yu Suzuki dan penuh menggunakan elemen yg sangat revolusioner.
Sayangnya, game ini dirilis buat konsol Sega Dreamcast yang gagal yang ikut menciptakan game ini gagal pada pasaran, geng!
Dengan bujet total yg dikabarkan mencapai 59 juta dolar Amerika atau kurang lebih Rp800 miliar, kegagalan game ini memaksa Sega buat purna tugas menurut dunia konsol.
6. Defiance (2013)

Ketika dirilis pada tahun 2013, MMORPG Defiance merupakan game yang sangat unik karena dirilis bersamaan dengan sebuah serial televisi berjudul sama, geng.
Game ini dimaksudkan sebagai pendamping dari serial televisi tersebut di mana cerita dari keduanya akan saling bekerjasama.
Sayangnya, meskipun mempunyai wangsit kesinambungan yg unik, Defiance gagal menciptakan gebrakan di dunia televisi & pada global video game.
Serial televisi Defiance diberhentikan di 2016 dan meskipun gamenya sudah dirilis ulang menggunakan judul Defiance 2050, game ini masih tetap gagal pada pasaran.
Dengan bujet total yang dikabarkan mencapai 80 juta dolar Amerika atau kurang lebih Rp1 triliun, kegagalan game ini memaksa developer Trion Worlds rol tikar di tahun 2018.
7. APB: All Points Bulletin (2010)
Siapa, sih, gamer yang nggak kenal dengan nama Grand Theft Auto? Seri open-world ini adalah salah satu seri game tersukses di global, geng!
Nah, MMO open-world APB: All Points Bulletin datang dari David Jones, developer asli seri tersebut yg minggat sehabis rilisnya Grand Theft Auto 2.
Dengan reputasi Jones yang telah melegenda, game ini diharapkan bisa mengulangi kesuksesan Grand Theft Auto tapi sayangnya fenomena menyampaikan beda.
Ketika dirilis di tahun 2010, game ini banyak mendapat kritik pedas lantaran banyak mempunyai masalah teknis & gameplay yg kurang matang.
Dengan bujet total yang dikabarkan mencapai 100 juta dolar Amerika atau lebih kurang Rp1,3 triliun, kegagalan game ini memaksa developer Realtime Worlds buat gulung tikar.
Akhir Kata
Itulah, geng, daftar 7 video game mahal yg gagal di pasaran. Jumlah uang yang tertera pada sini memang belum pasti akan tetapi mampu digunakan menjadi tolak ukur.
Membuat game ini memang nir murah & kegagalan satu game saja sanggup membuat satu perusahaan langsung bangkrut seperti yang beberapa kali ditunjukkan di sini.
Apakah kalian pernah memainkan keliru satu game di atas? Bagaimana pendapat kalian mengenai kualitasnya? Share pada kolom komentar ya!
Comments
Post a Comment